Story From Sunday

Hari minggu pagi, Aku mendapat kabar duka…

Kakak Nenek ku meninggal dunia. Kakak Nenek ku itu meninggal hari Sabtu jam 11 waktu Jerman. Iya, Kakak Nenek ku itu sudah lama menjadi warga negara jerman. Mendengar kabar itu, aku jadi khawatir dengan nenek ku yang berada di Bandung. Sedangkan aku berada di Depok bersama pamanku. Aku berada di Depok karena kerja di Jakarta.. Di kantor pamanku.

Hari minggu siang aku ditelepon lagi oleh tanteku. Awal pembicaraan, aku berbicara dengan tanteku mengenai pamanku apa sudah mendengar berita ini. Kemudian tanteku memberikan teleponnya ke nenek ku. Beliau menanyakan kabar ku, kabar sepupu-sepupu kecil ku (anak paman, cucu nenek ku juga🙂 ) dan kabar istri pamanku. Suasana hatiku masih biasa-biasa saja. Aku tanya kabar neneku itu dan kabar kakek. Nenek menjawab bahwa dia dan kakek ku sehat (Alhamdulillah.. hatiku menjadi tenang). Kemudian Beliau berbicara lagi “Cuma masih sedih aja, Ma encang udah gak punya kakak lagi”. Seketika itu juga suasana hatiku berubah, pikiranku menjadi gak normal karena mendengar itu dan mengingat kembali orang-orang yang aku sayangi yang sudah kembali kepada Allah SWT…. Aku hanya bisa bicara “Sabar aja ya”.. Mungkin itu bukan kata yang tepat yang seharusnya aku ucapkan.. Tapi aku sudah gak bisa berpikir lagi.. hanya kata-kata spontan aja yang terucap… Kemudian beliau memintaku untuk mendoakan Kakak nenek ku itu. Setelah telepon ditutup, aku duduk membuka kedua tanganku memohon kepada Allah SWT. Agar diampuni segala dosa orang-orang yang aku sayangi yang sudah meninggal (Kakek dari Papahku, Papahku, Nenek dari Papahku, Kakak nenek ku yang satu lagi, Kakak nenek ku yang baru saja meninggal itu dan Sahabatku Doni).

“Ampunilah segala dosa mereka, terimalah mereka di sisi –Mu ya Allah… Lapangkanlah kubur mereka, jauhi lah mereka dari siksa kubur, terangkan kubur mereka ya… Allah… Aku Mohon… Amien…”

“Ya.. Allah… Izinkan aku menangisi mereka. Karena mungkin aku tidak menangisi mereka waktu itu… Karena aku takut, aku tak menerima takdir dan keputusan –Mu. Kali ini… Aku mohon Izinkan aku menangisi mereka hanya karena Mu ya.. Allah… Aku mohon…”

“Ya… Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang… Aku menangis bukan karena aku tidak mau menerima keputusan – Mu dan Takdir –Mu. Tapi aku menangis karena aku sayang mereka. Tangisku ini adalah bukti sayang ku kepada mereka. Tolong sampaikan kepada mereka Ya Allah. Tangisku ini adalah sebagai tanda terima kasih ku pada –Mu Ya.. Allah. Karena Engkau menghadirkan mereka ke dalam hidupku. Karena Engkau menghadirkan mereka untuk menghiasi hidupku.”

“Ya… Allah… Aku mohon… segera jadikanlah aku orang yang sukses, orang yang kaya baik kaya harta, kaya akhlaq, maupun kaya ilmu agar aku mampu membahagiakan Kakek – Nenek ku, Orang tuaku dan Saudara-saudara ku. Agar aku mampu memenuhi kebutuhan duniawi, kebutuhan rohani dan kebutuhan ibadah mereka. Agar aku mampu membuat mereka bangga kepadaku. Aku mohon…”

“Amien..!!!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: