Seorang Sahabat…

Diambil saat Yudisium september 2007

Tanggal 16 oktober 2007, tiga hari setelah Lebaran idul fitri. Masih dalam suasana kekeluargaan yang sangat lekat yang biasa terjadi disetiap lebaran. Sore hari sekitar pukul 18 an atau maghrib. Aku mendapatkan kabar melalui sebuah sms. Bahwa seorang sahabat telah pergi… Kembali kepada Allah SWT.

innalillahi wa inna ilahi rojiun…

Aku hanya bisa terdiam dan memandang layar handphone secara detail berharap kata-kata yang ada didalamnya berubah…

Ketika aku tersadar kembali.. Aku langsung cek pulsa namun masa aktif sudah habis…

Aku langsung meminta tolong keluargaku dan kakakku nganterin aku ke tempat pengisian pulsa dekat Borma. Namun Jaringannya sedang mengalami gangguan . Dan Akhirnya aku mendapatkan pulsa di tempat lain.

Setelah sampai ke rumah langsung nelepon temanku rahmat karena dia menjabat sebagai KM saat itu. Aku mendapat sedikit kepastian dan cerita tentang kabar itu…

Sahabatku itu meninggal karena kecelakaan motor di daerah Karawang hari itu di siang hari…

Hampir tiap hari aku bersama sahabatku ini di kampus. Bahkan saking deketnya kita itu disangka homo (he..he..he..) padahal enggak sama sekali. Dia dan saya masih normal… Dia mempunyai pacar dan aku hanya mencintai perempuan saja.. ^_^

Sahabatku ini mengajari aku untuk lebih percaya diri…

Aku ini termasuk orang yang tidak percaya diri… Apalagi berkaitan dengan perempuan… aku sangat tidak percaya diri… Seandainya aku terlihat seperti percaya diri, namun sebenarnya aku itu hanya tidak peduli terhadap sesuatu.

Orang yang percaya diri masih bisa memperhatikan orang lain yang ada disekitar…

Aku pernah bercerita pada dia bahwa aku suka seorang perempuan tapi aku gak sanggup mendekatinya karena aku merasa i’m not good looking, i’m fat dan berjerawat… sedangkan orang yang aku sukai itu sangat sangat sangat cantik…
Dia bilang “kamu harus percaya diri…”
Aku bilang “aku gak seperti kamu… penuh percaya diri… banyak yang suka… good looking..”
Dia bilang “aku sama dengan kamu biasa-biasa aja…”

Dia gak underestimate saya… padahal dia itu termasuk most famous di kampus… padahal aku bercerita sambil bercanda tapi dia bicara dengan serius walaupun pas ngebahas masalah lain kami mulai bercanda lagi…

Ketika dia membutuhkan bantuan, dia suka memintaku untuk membantunya. Saat itu juga aku merasa diakui keberadaanku, aku merasa dibutuhkan, aku merasa telah menjadi orang yang berguna dan aku merasa dipercaya untuk membantunya…
Dan ketika aku membutuhkan bantuan… dia siap membantuku..

Banyak hal yang selalu kami perbincangkan…. Banyak canda tawa…
Aku tau banyak candaan ku yang tidak lucu tapi dia tetep tertawa dan membalasnya dengan candaan lagi… ^_^

Mungkin sekarang harus sedikit hati-hati dalam bercanda atau sesuatu hal… karena gak akan ada yang bisa menerima semua dengan toleransi…
Seperti yang dia lakukan..
Mungkin ada hal yang aku lakukan yang membuat dia sakit hati tapi dia tak menunjukannya.. mungkin karena dia tau aku bercanda, tidak menganggapnya serius.

He is My Best Friend ever…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: